Senin, 22 Oktober 2012

Memperbesar Penis dengan Suntik Solikin

Penis merupakan suatu organ reproduksi yang juga merupakan organ saluran kemih, disebut juga sebagai saluran urogenital. Karena mempunyai 2 fungsi maka penis merupakan organ terlihat yang sangat banyak kegunaannya.

Banyak mitos yang ada di masyarakat seputar penis dan kegunaannya, terutama fungsi
reproduksinya. Salah satunya mengenai ukuran yang besar akan menimbulkan kepuasan dalam berhubungan, sehingga banyak kejadian yang berhubungan dengan pembesaran penis. Padahal hal ini tidak ada hubungannya dengan kepuasan dalam berhubungan badan. Kepuasan dalam berhubungan berhubungan dengan kualitas hubungan itu sendiri bukan kuantitas ukuran kelamin pasangannya.

Mitos semacam ini sudah miuncul sejak jaman dahulu hingga sekarang. Sehingga banyak kasus atau “kejadian lucu” yang ditemui dalam praktik sehari-hari. Salah satunya adalah tentang pembesaran penis melalui jalan suntik silicone.
Suntik silicone pada penis sering digunakan untuk mengobati disfungsi ereksi dan untuk memperbesar ukuran alat kelamin pria lebih dari 50 tahun lamanya. Banyak tempat yang menyediakan jasa suntik silicone. Namun suntik silicone hanya berpengaruh terhadap ketebalan penis bukan panjang penis.
Silicone disuntikan pada batang penis dan juga pada scrotum/buah zakar. Ukuran penis dapat menjadi besar sehingga tidak dapat digunakan untuk berhubungan sexual dengan pasangannya, dan juga suntik silicone ini mempunyai sifat yang irreversible atau tidak dapat dikembalikan ke ukuran semula. Pada kebanyakan pasien yang disuntik silicone mengeluhkan hilangnya rasa pada penis, atau dengan kata lain penisnya tidak merasakan apa apa/baal. Hal ini dikarenakan zat silicone tersebut dapat merusak saraf, pembuluh darah dan sebagian jaringan penis.

Namun masih banyak orang yang menggunakannya karena hasilnya langsung dapat dilihat.
Dan penggunaannya harus melalui jarum khusus agar jumlah silicone yang dimasukan dapat terukur dengan baik. apabila tidak menggunakan jarum tersebut maka hasinya bisa sangat besar sehingga penetrasi penis saat berhubungan sex menjadi tidak mungkin. Efek samping yang lain adalah perubahan warna di seputar penis, timbulnya gralunoma – pembengkakan diseputar daerah penyuntikan termasuk daerah scrotum/buah zakar. Alergi merupakan efek yang dapat ditimbulkan pada pasien yang alergi terhadap zat silicone. Karena banyaknya efek samping ini maka FDA (Food and Drugs Administration) tidak mengijinkan penggunaan silicone sebagai pengobatan pembesar penis.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar